cerita sex - memek ku dientot kontol anak smp

Enaknya Kulup Kontol Anak Smp | h3ri.comTags: Enaknya Kulup Kontol Anak Smp,. Enaknya Kulup Kontol Anak Smp. Guru Bela Diri di Malang Cabuli tujuh muridnya yang masih SD, SMP dan SMA ...Nikmatnya Kontol Anak Smp - Pitutur 5.0Ada yang nyebut supitan, tetakan, angislamaken, sirkumsisi, malah guru bahasa Inggris Simbah waktu SMP menyebut ritual itu dengan nama “pothol”. ...Search Results nikmatnya disodomi kontol gede anak smpResults for 'nikmatnya disodomi kontol gede anak smp' at Azaxs Dot Net.3GP, BOKEP, DAN ADEGAN MESUM TERBARU: KONTOL ANAK SMP YANG NIKMATsama anjing (1)Enak juga kontol anak smp (1)enak sek sama bapak (1)gadis .... hot nikmat nya ngentot anak kecil (1)cerita hot nikmatnya ngentot kontol . ...Topik Enak@ Kontol Anak Smp | Om DhaniTagged as: anak smp ngentot, Cerita anak di sodomi, Cerita selingkuh enak, cinta monyet, doggy style, Kontol masuk memek-kilat, ... homo, cerita sex>> ...Nikmatnya Kontol Smp | for Share3GP, BOKEP, DAN ADEGAN MESUM TERBARU: KONTOL ANAK SMP YANG NIKMAT Pilem anak SMP ke ... Nikmatnya Memek Tante (Girang, Enak, Kontol) @ WeekendBoater.com ...Kota Puisi » Search Results » nikmatnya kontol3GP, BOKEP, DAN ADEGAN MESUM TERBARU: KONTOL ANAK SMP YANG NIKMAT Pilem anak SMP ke ... Nikmatnya Memek Tante (Girang, Enak, Kontol) @ WeekendBoater.com ...Cerita Nikmatnya Kontol Anak - Linggars.comNikmatnya Memek Tante Girang Enak Kontol WeekendBoater com ... 3GP, BOKEP, DAN ADEGAN MESUM TERBARU: KONTOL ANAK SMP YANG NIKMAT Pilem anak SMP ke sekolah ...Memek anak bule | Foto Bugil SMABule Lagi NGemut Kontol · Cewek Cina Hot Bugil · Cewek Smp dientot om-om . ... memek sempit enaknya ngentot memek ngentot memek anak ngentot memek http … ... Tags: abg smp sma xvideos, anak bule sex, anak smp isep kontol gede, anak smp ...Nikmatnya kontol anak sahabatkuNikmatnya kontol anak sahabatku - Seinen Schecken zuruck nach as if the ceiling. ... Sahabatku Levana nikmatnya anak SMP; Perawan SMP; Enaknya Tubuh Adik ...

Aku memiliki tetangga seorang wanita, Rika namanya, Usianya saat itu sekitar 24 tahun. Ia bekerja sebagai kasir di sebuah mall di kotaku. Ia cukup cantik, jika dilihat mirip bintang sinetron mungkin, kulitnya putih, rambutnya hitam panjang sebahu. Namun yang paling membuatku betah melihatnya adalah payudaranya yang indah. Kira-kira ukurannya 36B, Payudara itu nampak serasi dengan bentuk tubuhnya yang langsing.

Keindahan tubuh Mbak Rika tampak semakin aduhai saat aku melihat pantatnya. Kali ini aku tidak bisa berbohong, ingin sekali kuremas-remas pantatnya yang aduhai itu. Bahkan jika Mbak Rika memintaku mencium pantatnya akan kulakukan. Satu hal lagi yang membuatku betah melihatnya adalah bibirnya yang merah. Ingin sekali aku melumat bibir merekah itu. Tentu akan sangat nikmat saat membayangkan keindahan tubuhnya.

Setiap pagi saat menyapu teras rumahnya, Mbak Rika selalu menggunakan kaos tanpa lengan dan hanya mengenakan celana pendek. Jika ia sedang menunduk, sering kali aku melihat bayangan celana dalamnya berbentuk segi tiga. Saat itu Kontol ku langsung berdiri dibuatnya. Apalagi jika saat menunduk tidak terlihat bayangan celana dalamnya, aku selalu berpikir, wah pasti ia tidak memakai celana dalam. Kemudian aku membayangkan bagaimana ya tubuh Mbak Rika jika sedang bugil, rambut Memeknya lebat apa tidak ya. Itulah yang selalu muncul dalam pikiranku setiap pagi, dan selalu Kontol ku berdiri dibuatnya. Bahkan aku berjanji dalam hati jika keinginanku terkabul, aku akan menciumi seluruh bagian tubuh Mbak Rika. Terutama bagian pantat, toket dan Memek nya, akan kujilati sampai puas.

Malam itu, aku pergi ke rumah temanku, latihan musik untuk pementasan di sekolah. Kebetulan orang tua dan saudaraku pergi ke luar kota. Jadi aku sendirian di rumah. Kunci kubawa dan kumasukkan saku jaket. Karena latihan sampai malam aku keletihan dan tertidur, sehingga terlupa saat jaketku dipakai Johan. Aku baru menyadari saat sudah sampai di teras rumah.

“Waduh kunci terbawa Johan,” ucapku dalam hati. Padahal rumah Johan cukup jauh juga. Apalagi sudah larut malam, sehingga untuk kembali dan numpang tidur di rumah temanku tentu tidak sopan. Terpaksa aku pulang dan tidur di teras rumah, ya itung-itung ronda, keluhku.

“Lho masih di luar Hen..” Aku tertegun mendengar sapaan itu, ternyata Mbak Rika baru pulang.

“Eh iya.. Mbak, Mbak Rika juga baru pulang?” ucapku membalas sapaannya. “Iya, tadi setelah pulang kerja, aku mampir ke rumah teman yang ulang tahun,” jawabnya.
“Kok kamu tidur di luar Hen.”

“Anu.. kuncinya terbawa teman, jadi ya nggak bisa masuk,” jawabku. Sebetulnya aku berharap agar Mbak Rika memberiku tumpangan tidur di rumahnya. Selanjutnya Mbak Rika membuka pintu rumah, tapi kelihatannya ia mengalami kesulitaan. Sebab setelah dipaksa-paksa pintunya tetap tidak mau terbuka. Melihat hal itu aku segera menghampiri dan menawaRikan bantuan.

“Kenapa Mbak, pintunya macet..”
“Iya, memang sejak kemarin pintunya agak rusak, aku lupa memanggil tukang untuk memperbaikinya.” jawab Mbak Rika.
“Kamu bisa membukanya, Hen.” lanjutnya.
“Coba Mbak, saya bantu.” jawabku, sambil mengambil obeng dan tang dari motorku.
Aku mulai bergaya, ya sedikit-sedikit aku juga punya bakat Mc Gayver. Namun yang membuatku sangat bersemangat adalah harapan agar Mbak Rika memberiku tumpangan tidur di rumahnya.

“Kletek.. kletek…” akhirnya pintu terbuka. Aku pun lega.
“Wah pinter juga kamu Hen, belajar dari mana.”
“Ah, nggak kok Mbak.. maklum saya saudaranya Mc Gayver,” ucapku bercanda.
“Terima kasih ya Hen,” ucap Mbak Rika sambil masuk rumah.
Aku agak kecewa, ternyata ia tidak menawariku tidur di rumahnya. Aku kembali tiduran di kursi terasku. Namun beberapa saat kemudian. Mbak Rika keluar dan menghampiriku.
“Tidur di luar tidak dingin. Kalau mau, tidur di rumahku saja Hen,” kata Mbak Rika.
“Ah, nggak usah Mbak, biar aku tidur di sini saja, sudah biasa kok, “jawabku basa-basi.
“Nanti sakit lho. Ayo masuk saja, nggak apa-apa kok.. ayo.”
Akhirnya aku masuk juga, sebab itulah yang kuinginkan.

“Mbak, saya tidur di kursi saja.”
Aku langsung merebahkan tubuhku di sofa yang terdapat di ruang tamu.
“Ini bantal dan selimutnya Hen.”
Aku tersentak kaget melihat Mbak Rika datang menghampiriku yang hampir terlelap. Apalagi saat tidur aku membuka pakaianku dan hanya memakai celena pendek.
“Oh, maaf Mbak, aku terbiasa tidur nggak pakai baju,” ujarku.
“Oh nggak pa-pa Hen, telanjang juga nggak pa-pa.”
“Benar Mbak, aku telanjang nggak pa-pa,” ujarku menggoda.
“Nggak pa-pa, ini selimutnya, kalau kurang hangat ada di kamarku,” kata Mbak Rika sambil masuk kamar.

Aku tertegun juga saat menerima bantal dan selimutnya, sebab Mbak Rika hanya memakai pakaian tidur yang tipis sehingga secara samar aku bisa melihat seluruh tubuh Mbak Rika. Apalagi ia tidak mengenakan apa-apa lagi di dalam pakaian tidur tipis itu. Aku juga teringat ucapannya kalau selimut yang lebih hangat ada di kamarnya. Langsung aku menghampiri kamar Mbak Rika. Ternyata pintunya tidak ditutup dan sedikit terbuka. Lampunya juga masih menyala, sehingga aku bisa melihat Mbak Rika tidur dan pakaiannya sedikit terbuka. Aku memberanikan diri masuk kamarnya.

“Kurang hangat selimutnya Hen,” kata Mbak Rika.
“Iya Mbak, mana selimut yang hangat,” jawabku memberanikan diri.
“Ini di sini,” kata Mbak Rika sambil menunjuk tempat tidurnya.
Aku berlagak bingung dan heran. Namun aku mengerti Mbak Rika ingin aku tidur bersamanya. Mungkin juga ia ingin aku.., Pikiranku melayang kemana-mana. Hal itu membuat Kontol ku mulai berdiri. Terlebih saat melihat tubuh Mbak Rika yang tertutup kain tipis itu.

“Sudah jangan bengong, ayo sini naik,” kata Mbak Rika.
“Eit, katanya tadi mau telanjang bugil, kok masih pakai celana pendek, buka dong kan asyik,” kata Mbak Rika saat aku hendak naik ranjangnya.
Kali ini aku benar-benar kaget, tidak mengira ia langsung memintaku telanjang. Tapi kuturuti kemauannya dan membuka celana pendek berikut cekana dalamku. Saat itu Kontol ku sudah berdiri.
“Ouww, punyamu sudah berdiri Hen, kedinginan ya, ingin yang hangat,” katanya.
“Mbak nggak adil dong kalau hanya aku yang bugil, Mbak juga dong,” kataku.
“OK Hen, kamu mau membukakan pakaianku.”
Kembali aku kaget dibuatnya, aku benar-benar tidak mengira Mbak Rika mengatakan hal itu. Ia berdiri di hadapanku yang sudah bugil dengan Kontol berdiri. Aku memang baru kali ini tidur bersama wanita, sehingga saat membayangkan tubuh Mbak Rika Kontol ku sudah berdiri.

“Ayo bukalah bajuku,” kata Mbak Rika.
Aku segera membuka pakaian tidurnya yang tipis. Saat itulah aku benar-benar menyaksikan pemandangan indah yang belum pernah kualami. Jika melihat cewek bugil di film sih sudah sering, tapi melihat langsung baru kali ini.

Setelah Mbak Rika benar-benar bugil, tanganku segera melakukan pekerjaannya. Aku langsung meremas-remas Payudara Mbak Rika yang putih dan mulus. Tidak cuma itu, aku juga mengulumnya. Puting susunya kuhisap dalam-dalam. Mbak Rika rupanya keasyikan dengan hisapanku. Semua itu masih dilakukan dengan posisi berdiri.

“Oh, Hen nikmat sekali rasanya..”
Aku terus menghisap puting susunya dengan ganas. Tanganku juga mulai meraba seluruh tubuh Mbak Rika. Saat turun ke bawah, tanganku langsung meremas-remas pantat Mbak Rika. Pantat yang padat dan sintal itu begitu asyik diremas-remas. Setelah puas menghisap Payudara, mulutku ingin juga mencium bibir Mbak Rika yang merah.

“Hen, kamu ahli juga melakukannya, sudah sering ya,” katanya.
“Ah ini baru pertama kali Mbak, aku melakukan seperti yang kulihat di film blue,” jawabku.
Aku terus menciumi tiap bagian tubun Mbak Rika. Aku menunduk hingga kepalaku menemukan segumpal rambut hitam. Rambut hitam itu menutupi lubang Memek Mbak Rika. Bulu Memeknya tidak terlalu tebal, mungkin sering dicukur. Aku mencium dan menjilatinya. Tanganku juga masih meremas-remas pantat Mbak Rika. Sehingga dengan posisi itu aku memeluk seluruh bagian bawah tubuh Mbak Rika.

“Naik ranjang yuk,” ucap Mbak Rika.
Aku langsung menggendongnya dan merebahkan di ranjang. Mbak Rika tidur dengan terlentang dan paha terbuka. Tubuhnya memang indah dengan Payudara yang menantang dan bulu Memeknya yang hitam indah sekali. Aku kembali mencium dam menjilati Memek Mbak Rika. Memek itu berwarna kemerahan dan mengeluaRikan bau harum. Mungkin Mbak Rika rajin merawat Memeknya. Saat kubuka Memeknya, aku menemukan klitorisnya yang mirip biji kacang. Kuhisap klitorisnya dan Mbak Rika menggeliat keasyikan hingga pahanya sedikit menutup. Aku terjepit diantara paha mulus itu terasa hangat dan nikmat.

“Masih belum puas menjilatinya Hen.”
“Iya Mbak, punyamu sungguh asyik dinikmati.”
“Ganti yang lebih nikmat dong.”
Tanpa basa-basi kubuka paha mulus Mbak Rika yang agak menutup. Kuraba sebentar bulu yang menutupi Memeknya. Kemudian sambil memegang Kontol ku yang berdiri hebat, kumasukkan batang Kontol ku itu ke dalam Memek Mbak Rika.

“Oh, Mbak ini nikmatnya.. ah.. ah..”
“Terus Hen, masukkan sampai habis.. ah.. ah..”
Aku terus memasukkan Kontol ku hingga habis. Ternyata Kontol ku yang 17 cm itu masuk semua ke dalam Memek Mbak Rika. Kemudian aku mulai dengan gerakan naik turun dan maju mundur.
“Mbak Rika.. Nikmaat.. oh.. nikmaattt sekaleeeeeeeeeeeiihh.. ah..”
Semakin lama gerakan maju mundurku semakin hebat. Itu membuat Mbak Rika semakin menggeliat keasyikan.
“Oh.. ah.. nikmaatt.. Hen.. terus.. ah.. ah.. ah..”

Setelah beberapa saat melakukan maju mundur, Mbak Rika memintaku menarik Kontol. Rupanya ia ingin berganti posisi. Kali ini aku tidur terlentang. Dengan begitu Kontol ku terlihat berdiri seperti patung. Sekarang Mbak Rika memegang kendali permainan. Diremasnya Kontol ku sambil dikulumnya. Aku kelonjotan merasakan nikmatnya kuluman Mbak Rika. Hangat sekali rasanya, mulutnya seperti Memek yang ada lidahnya. Setelah puas mengulum Kontol ku, ia mulai mengarahkan Kontol ku hingga tepat di bawah Memeknya. Selanjutnya ia bergerak turun naik, sehingga Kontol ku habis dilumat Memeknya.

“Oh.. Mbak Rika.. nikmaaatt sekali.. hangat dan oh..”
Sambil merasakan kenikmatan itu, sesekali aku meremas-remas Payudara Mbak Rika. Jika ia menunduk aku juga mencium Payudara itu, sesekali aku juga mencium bibir Mbak Rika.
“Oh Hen punyamu Oke juga.. ah.. oh.. ah..”
“Punyamu juga nikmaaat Mbaak.. ah.. oh.. ah…”
Mbak Rika rupanya semakin keasyikan, gerakan turun naiknya semakin kencang. Aku merasakan Memek Mbak Rika mulai basah. Cairan itu terasa hangat apalagi gerakan Mbak Rika disertai dengan pinggulnya yang bergoyang. Aku merasa Kontol ku seperti dijepit dengan jepitan dari daging yang hangat dan nikmat.

“Mbak Rika.. Mbaaakk.. Niiikmaaattt..”
“Eh.. ahh.. ooohh.. Hen.. asyiiikkk.. ahh.. ennakk.. nikmaaatt..”
Setelah dengan gerakan turun naik, Mbak Rika melepas Kontol ku. Ia ingin berganti posisi lagi. Kali ini ia nungging dengan pantat menghadapku. Nampak olehku pantatnya bagai dua bantal yang empuk dengan lubang nikmat di tengahnya. Sebelum kemasukan Kontol ku, aku menciumi dahulu pantat itu. Kujilati, bahkan hingga ke lubang duburnya. Aku tak peduli dengan semua hal, yang penting bagiku pantat Mbak Rika kini menjadi barang yang sangat nikmat dan harus kunikmati.

“Hen, ayo masukkan Penis mu aku nggak tahaan nih,” kata Mbak Rika.
Kelihatannya ia sudah tidak sabar menerima hunjaman Kontol ku.
“Eh iya Mbak, habis pantat Mbak nikmat sekali, aku jadi nggak tahan,” jawabku.
Kemudian aku segera mengambil posisi, kupegang pantatnya dan kuarahkan Kontol ku tepat di lubang Memeknya. Selanjutnya Kontol ku menghunjam dengan ganas Memek Mbak Rika. Nikmat sekali rasanya saat Kontol ku masuk dari belakang. Aku terus menusuk maju mundur dan makin lama makin keras.

“Oh.. Aah.. Hen.. Ooohh.. Aah.. Aaahh.. nikmaaatt Hen.. terus.. lebih keras Hen…”
“Mbak Rika.. enak sekaliii.. niiikmaaatt sekaaliii..”
Kembali aku meraskan cairan hangat dari Memek Mbak Rika membasahi Kontol ku. Cairan itu membuat Memek Mbak Rika bertambah licin. Sehingga aku semakin keras menggerakkan Kontol ku maju mundur.Mbak Rika berkelonjotan, ia memejamkan mata menahan rasa nikmat yang teramat sangat. Rupanya ia sudah orgasme. Aku juga merasakan hal yang sama.

“Mbak.. aku mau keluar nih, aku nggak tahan lagi..”
Kutarik Kontol ku keluar dari lubang duburnya dan dari Kontol ku keluar sperma berwarna putih. Sperma itu muncrat diatas pantat Mbak Rika yang masih menungging. Aku meratakan spermaku dengan ujung Kontol ku yang sesekali masih mengeluaRikan sperma. Sangat nikmat rasanya saat ujung Kontol ku menyentuh pantat Mbak Rika.
“Oh, Mbak Rika.. Mbaak.. nikmat sekali deh.. Hebat.. permainan Mbak bener-bener hebat..”
“Kamu juga Hen, Kontolmu hebat.. hangat dan nikmat..”

Kami berpelukan di ranjang itu, tak terasa sudah satu jam lebih kami menikmati permainan itu. Selanjutnya karena lelah kami tertidur pulas. Esok harinya kami terbangun dan masih berpelukan. Saat itu jam sudah pukul 09:30 pagi.

“Kamu nggak sekolah Hen,” tanya Mbak Rika.
“Sudah terlambat, Mbak Rika tidak bekerja.”
“Aku masuk sore, jadi bisa bangun agak siang..”
Kemudian Mbak Rika pergi ke kamar mandi. Aku mengikutinya, kami mandi berdua dan saat mandi kembali kami melakukan permainan nikmat itu. Walaupun dengan posisi berdiri, tubuh Mbak Rika tetap nikmat. Akhirnya pukul 14:30 aku pergi ke rumah Johan dan mengambil kunci rumahku. Tapi sepanjang perjalanan aku tidak bisa melupakan malam itu. Itulah saat pertama aku melakukan permainan seks dengan seorang wanita.